Apa Itu Penyakit Ataksia ?

loading...
Advertisement


loading...

Penyakit Ataksia

Penyakit ataksia diklasifikasikan sebagai serebral atau sensori, penyakit ataksia merujuk pada inkoordinasi dan ketakteraturan gerakan volunter bertujuan. Ataksia serebral merupakan akibat dari penyakit serebelum serta lintasannya ke dan dari korteks serebral, batang otak, dan korda spinal.
Penyakit Ataksia menyebabkan gangguan pada gaya berjalan, trunkus, anggota badan, dan kemungkinan juga pada bicara. Ataksia sensori merupakan akibat dari gangguan pada indera posisi (propriosepsi) karena interupsi pada serat saraf aferen di saraf periferi, akar posterior, kolum posterior korda spinal, atau lemniskus medial atau, kadang, disebabkan ole lesi di kedua lobus parietal. Penyakit ataksia menyebabkan gangguan gaya berjalan.

Penyakit ataksi terjadi dalam bentuk akut dan kronis. Ataksia akut dapat diakibatkan oleh stroke, hemoragi, atau tumor besar di fossa posterior. Dengan kondisi yang dapat mengancam nyawa, serebelum mungkin menonjol (herniasi) ke arah bawah melalui magnum foramen di belakang korda spinal servikal atau ke atas melalui tentorium pada hemisfer serebrum. Herniasi juga mungkin menekan batang otak. Penyakit ataksia akut juga mungkin diakibatkan oleh toksisitas atau keracunan obat. Ataksia kronis mungkin progresif dan kadang, merupakan akibat dari penyakit akut. Kondisi ini dapat juga terjadi pada penyakit penyakit neurologik degeneratif kronik dan metabolik. 

Mengidentifikasikan Penyakit Ataksia

Penyakit ataksia dapat diamati pada wicara pasien, pada gerakan batang tubuh dan anggota badannya, atau pada gaya berjalannya.

Penyakit Ataksia serebral

Pada penyakit ataksia serebelar, pasien mungkin berjalan sempoyongan atau maju mendadak dengan gerakan zigzag, amat sulit membalikkan tubuh, dan kehilangan keseimbangan ketika kedua kakinya rapat.

Penyakit Ataksia gaya berjalan

Pada ataksia ini, gaya berjalan pasien menjadilebar goyah tidak teratur.

Penyakit ataksia anggota badan

Pada penyakit ataksia anggota badan, pasien kehilangan kemampuan untuk memperkirakan jarak, kecepatan, dan kekuatan gerakan, sehingga menyebabkan gerakan volunter yang sulit dikendalikan, berubah-ubah dan akurat. Ia mungkin bergerak terlalu cepat atau terlambat atau, gerakannya mungkin terbagi menjadi beberapa bagian sehingga ia tampak seperti boneka atau robot. Efek lain termasuk tremor kasar tak beraturan (tetapi tidak ketika beristirahat) dan penurunan tonus otot.

Penyakit Ataksia Sensori

Pada ataksia sensori, pasien bergerak tiba-tiba serta menghentakkan atau mengetuk-ngetukkan kakinya. Ini terjadi karena ia melantingkannya kakinya ke muka dan ke arah luar, dan lalu menurunkannya dengan bertumpu pada tumit terlebih dahulu, selanjutnya pada jari kaki. Pasien juga memancangkan pandangannya ke arah tanh, memperhatikan langkah-langkahnya. Dan, jika ia tidak dapat melihat langkah-langkahnya itu, maka kelimbungannya menjadi memburuk. Ketika berdiri dengan kedua kaki rapat, ia bergoyang goyang atau kehilangan keseimbangan.

Penyakit Ataksia wicara

Penyakit Ataksia wicara adalah salah satu bentuk disartria di mana pasien biasanya berbicara lambat-lambat dan memberi penekanan pada kata dan suku kata yang biasanya tidak mendapat penekanan. Isi wicara tidak terganggu.

Penyakit ataksia trunkus

Penyakit ataksia trunkus adalah gangguan keseimbangan dimana pasien tidak dapat duduk atau berdiri tanpa terjatuh. Selain itu, kepala dan batang tubuhnya mungkin bergerak turun naik dan terayun-ayun (titubasi). Jika ia dapat berjalan, gaya berjalannya terhuyung-huyung.

Penyebab Medis

Abses serebelar. Abses Serebral umumnya menyebabkan ataksia anggota tubuh pada sisi yang sama dengan lesi, selain ataksia gaya berjalan dan trunkus. Biasanya, gejala awalnya adalah sakit kepala yang terlokalisir di belakang telinga pada daerah oksipital, diikuti oleh palsi okumulator, demam muntah, perubahan LOC, dan koma.
Advertisements
Apa Itu Penyakit Ataksia ? | Harian Netral | 4.5