Waspada terhadap Fotofobia

Advertisement


loading...

Pernahkan anda mengalami penglihatan yang sangat sensitif terhadap cahaya, melihat cahaya terang anda merasa pusing, waspada terhadap fotofobia karena dapat merupakan gejala untuk penyakit-penyakit lainnya terlebih sebagai tanda awal terjadinya meningitis.

Fotofobia

Sebuah gejala yang umum, fotofobia adalah kepekaan abnormal terhadap cahaya. Pada beberapa penderita Fotofobia hanya terjadi kepekaan terhadap cahaya, tanpa disertai kelainan yang mendasari, tanpa disertai kelainan yang mendasarinya. Sebagai contoh, dapat berasal dari pemakaian lensa kontak yang berlebihn atau pemakaian lensa kacamata yang tidak. Meskipun demikian, pada penderita fotofobia terjadi kelainan sistemik, kelainan mata atau trauma, atau pemakaian obat tertentu.
Untuk melakukan pemeriksaan terhadap diri sendiri ataupun orang lain tanyakan tentang kapan terjadinya, apakah setelah percikan bahan kimia, pemajanan sinar matahari, apakah fotofobia berasal dari trauma, apabila benar maka hindari manipulasi mata. Tanyakan tentang letak rasa sakit pada mata, dan tanya tentang durasi dan intensitasnya. Apakah terdapat sensasi aneh seperti terdapat benda asing di dalam mata. Apakah terjadi kenaikan produksi air mata dan perubahan penglihatan ? apakah ia mengalami kaku tenguk dan sakit kepala yang hebat. 
Setelah pemeriksaan luar, cek otot mata, kornea, pupil. Pemeriksaan ini baiknya apabila telah terjadi kelainan diperiksakan ke dokter.
Penyakit atau gangguan  yang dapat menyebabkan fotofobia terjadi pada seseorang adalah sebagai berikut :

Luka bakar

Pada luka bakar kimia, fotofobia dan sakit mata akan disertai dengan eritema dan lepuh pada wajah dan kelopak mata, miosis, konjungtiva injeksi difus, dan perubahan kornea. Penderita yang mengalami penglihatan kabur dan mungkin tidak bisa membuka matanya.

Konjungtivitis

Jika konjungtivitas mengenai kornea, akan menimbulkan fotofobia. Penderita lain yang mencakup konjungtival injeksi, peningkatan keluarnya air mata, sensasi ada benda asing, rasa bengkak sekitar mata dan sakit, panas, serta gatal pada mata. Konjungtivitis alergi dibedakan oleh adanya rabas mata yang seperti benang dan injeksi merah susu. Konjungtivitas yang disebabkan oleh bakteria cenderung menyebabkan rabas mukopurulen, copious, dan seperti sisik yang membuat kelopak mata lengket satu sama lain dan konjungtiva mata terang.
Konjungtivitis karena jamur menyebabkan rbas yang kental, bernanah, kemerahan ekstrem dan kerak serta kelopak mata yang lengket. Konjungtivitis viral menyebabkan keluarnya air mata yang copius, dengan sedikit rabas selain pembesaran dari nodus limfa preaurikular.

Abrasi kornea

Abrasi kornea dapat menjadi penyebab fotofobia. Abrasi kornea disertai dengan air mata berlebihan, konjungtival injeks, kerusakan kornea yang jelas dan sensasi ada benda asing di dalam mata. Penglihatan kabur dan sakit pada mata juga terjadi.

Ulser kornea

Ulser kornea dapat menjadi penyebab fotofobia yang parah dan sakit mata yang memburuk jika penderita mengedipkan mata. Gangguan ketajaman mata visual dapat disertai penglihatan yang kabur, rabas mata dan kelopak mata yang lengket. Konjungtival injeksi dapat terjadi meskipun kornea tampak putih dan opak. Ulser bakterial juga menyebabkan ulser kornea yang bentuknya tidak teratur dan penyempitan pupil unilateral. Ulser jamur dapat dikelilingi oleh cincin yang semakin bening.

Iritis (akut)

Fotofobia yang parah dapat disebabkan oleh iritis akut, bersama dengan konjungtival injeks yang nyata, sakit mata dari sedang sampai parah, dan penglihatan kabur. Pupil akan mengecil dan kurang respons terhadap cahaya.

Keratitis (interstitial) 

Keratitis dapat menyebabkan peradangan kornea yang menyebabkan fotofobia, sakit mata, penglihatan kabur, konjungtival injeksi yang dramatis, dan kornea pink keabuan.

Meningitis (Bakterial akut)

Sebagai gejala umum dari meningitis, fotofobia dapat terjadi bersama tanda iritasi meningeal yang lain seperti kaku tenguk, hiperrefleksia, dan opistotonos. Juga dapat ditemukan tanda Brudzinski dan Kernig. Demam, gelaja awal dapat berupa sakit kepala, muntah ,palsi mata, kelemahan wajah, abnormalitas pupil, dan cacat dengar. Pada meningitis yang hebat, kejang dapat terjadi bersama dengan stupor yang berkembang menjadi koma.

Sakit kepala migrain

Fotofobia dan sensitivitas suara adalah ciri yang menonjol pada migrain umum. Tipikal parah, sakit kepala yang menusuk atau berdenyut-denyut ini juga dapat menyebabkan lelah, penglihatan kabur, mual dan muntah.

Uveitis

Uveitis anterior dan posterior dapat menyebabkan fotofobia. Tipikal, uveitis anterior dapat menimbulkan sakit mata dari sedang sampai parah, konjungtival injeksi yang parah, dan pupil yang kecil serta tidak reaktif. Uveitis posterior dapat berkembang perlahan-lahan, menyebabkan ada benda-benda mengambang di mata, sakit mata, distorsi pupil, konjungtival injeksi, dan penglihatan kabur.
Penyebab lain adalah obat seperti phenylephnerine, atropin, skopolamin, siklopentolat, dan tropicamide. Obat dapat menyebabkan fotofobia akibat dari pelebaran okular. Amfetamin, kokain, dan antijamur oftalmik. Obat-obatan seperti trilfuridine, vidarabine, dan idoxuridine.
Baca tentang penyakit dan tanda serta gejala lainnya di blog apapengertianahli dan ilmu biologi di Belajarbiologi.com
penyakit pada mata
Advertisements
Waspada terhadap Fotofobia | Harian Netral | 4.5