Apa itu Stroke

Advertisement


loading...

Stroke

Stroke merupakan interupsi aliran darah ke otak. Hal ini terjadi ketika darah membeku atau pembuluh darah pecah. Terkadang stroke disebut juga serangan otak.
Stroke adalah salah satu masalah kesehatan yang paling penting. Stroke adalah penyakit mematikan ketiga setelah penyakit hari dan kanker.
Sel-sel dalam area stroke mati karena kekurangan oksigen dan nutrisi lainnya. Area ini disebut infact. Butuh waktu beberapa menit hingga beberapa jam bagi sel untuk menemui kematian.
Sel-sel mati dalam infarct melepaskan zat-zat kimia yang dapat menyebabkan kerusakan dan kematian sel-sel sekelilingnya. Pertolongan medis awal dibutuhkan untuk membatasi dampak zat-zat kimia tersebut atau akan lebih banyak lagi sel otak yang mati.
Kematian sel-sel otak yang berkaitan dengan stroke memiliki arti bahwa otak kehilangan kendali terhadap fungsinya. 
Otak mengontrol keseluruhan tubuh, sehingga dengan demikan setiap fungsinya dalam bahaya. Kemampuan berbicara, bergerak, dan memori sering terpegaruh. Hilangnya kendali tersebut mungkin hanya bersifat sementara dan terbatas, atau permanen dan meluas, atau mungkin di tengah keduanya.
Semua ini tergantung pada bagian otak mana yang rusak.
Ketika orang terserang stroke:
  1. 25 % akan mati dalam bulan pertama
  2. 45 % lumpuh berat
  3. sisanya relatif baik-baik saja, tetapi memiliki risiko lebih besar untuk terserang stroke lainnya di waktu-waktu lain.

Apa tanda-tanda stroke yang perlu diperhatikan?

Transient ischaemic attacks (TIAs) adalah interupsi singkat suplai darah ke suatu bagian otak. TIAs bisa terjadi berjam-jam, berhari-hari, minggu-minggu, atau berbulan-bulan. TIA memiliki satu atau lebih gejala berikut:
  1. Pandangan mata mengabur atau menurun wajah, atau lengan maupun kaki di salah satu sisi tubuh atau malah keduanya.
  2. Kesulitan bicara atau memahami
  3. Pusing, kehilangan keseimbangan atau jatuh tiba-tiba kesulitan menelan
  4. Sakit kepala (biasanya sangat dan merupakan serangan mendadak) atau perubahan pola sakit kepala yang tak bisa dijelaskan.

Gejala-gejala ini berlangsung hanya beberapa menit dan biasanya akan berlalu. Namun, mereka harus dianggap serius karena merupakan peringatan bahwa stroke besar berikutnya akan mengikuti. Cepatlah menari pertolongan medis.
Pertolongan medis meliputi CT scan akan mengidentifikasi ukuran, lokasi, dan penyebab stroke. Penanganan preventif juga bisa dilakukan.
Tertawa atau menangis pada saat yang salah dan tanpa alasan merupakan akibat umum stroke.

Bagaimana cara mengurangi risiko stroke

  1. Mengontrol tekanan darah tinggi dengan diet rendah sodium, mengotrol berat badan, mengontrol berat badan, mengelola stres, dan menggunakan obat-obatan.
  2. Menurunkan tingkat kolesterol anda, menyantap daging rendah lemak dan makanan rendah lemak, membatasi asupan telur, dan menghindari gorengan.
  3. Memakan lebih banyak makanan segar dan mengurangi makanan olahan. Hindari makanan dengan kadar garam dan sodium yang tinggi.
  4. Membatasi konsumsi alkohol. hal ini akan mengurangi risiko anda terserang stroke hampir separuhnya.
  5. Menjaga berat badan selalu berada dalam ideal anda. Orang-orang dengan berat badan berlebih cenderung terkena penyakit jantung dan diabetes dan keduanya sama-sama berisiko menimbulkan stroke.
  6. Berhenti merokok. Merokok 20 batang rokok sehari meningkatkan 6 kali risiko terkena stroke.

Olahraga teratur. Cara ini akan menurunkan lemak dan kadar kolesterol dalam darah. Dengan demikian, semakin kecil pula peluang timbul dalam pembuluh darah dan stroke.
Aspirin merupakan obat yang paling ampuh untuk mengurangi risiko stroke bagi banyak orang. Hal ini sudah terbukti oleh penelitian dan percobaan dokter.

Peringatan Untuk Stroke

Setiap orang memiliki risiko stroke
Sebagian besar stroke sebetulnya tak harus terjadi
Anda dapat mengendalikan risiko stroke anda
Stroke dapat diobati dan dicegah.
Bagaimana cara mengurangi Risiko Stroke?
Advertisements
Apa itu Stroke | Harian Netral | 4.5